Apakah anda menginginkan komputer yang hanya seharga Rp. 120.000? Tentu semua orang menginginkannya. Sekarang saya ingin memperkenalkan sebuah proyek Starterkick dari Next Thing Co yang bernama “Chip“. Sama halnya dengan Raspberry Pi, Chip adalah komputer mini layaknya CPU yang harus disambungkan dengan semua alat-alat komputer misalnya monitor, keyboard, mouse serta power supply. Bedanya Chip lebih kecil karena hanya berukuran sebesar penjepit kertas. Dan juga Chip bisa dihubungkan ke layar menggunakan kabel tv lama karena chip menggunakan sinyal video komposit.komputer mini chip seukuran penjepit kertas Adapun spesifikasi yang dimiliki oleh Chip yaitu Prosesor 1 GHz, Ram 512 MB, serta penyimpanan internal sebesar 4 GB. Terdapat pula Bluetooth 4.0, dan WiFi 802.11 b/g/n untuk konektivitas. Di dalamnya juga sudah terdapat aplikasi-aplikasi populer seperti Libre Office, Google Chrome, VLC Media Player, Game Scratch, dll. Adapun sistem operasi default dari Chip yaitu menggunakan Debian. Meskipun begitu anda tetap bisa menggantinya dengan os lain yang berbasis Linux. Untuk menunjang Chip, Next Thing Co juga membuat aksesorinya yaitu Pocket Chip. Dimana anda bisa menanamkan Chip di dalamnya dan menggunakannya layaknya smartphone. Ukuran layar dari aksesori ini adalah 4.3 inch, yang dilengkapi dengan keyboard qwerty. Dan baterai yang mampu bertahan selama 5 jam.pocket chip komputer mini Sampai saat ini Next Thing Co masih mengumpulkan dana untuk proyek Chip di Kickstarter.com. Target dana sebelumnya adalah US$ 50.000. Tapi saat ini yang terkumpul sudah jauh melampaui target. Dana yang sudah terkumpul saat ini yaitu lebih dari US$ 700.000 dari 15.000 penyumbang dana. Penggalangan dana ini sendiri akan ditutup pada tanggal 6 Juni 2015. “Kami jujur sangat terkejut dengan antusias orang-orang diluar sana”, Kata Dave Rauchwerk, CEO Next Thing. Yang dikutip teknosional dari Usatoday. Ia sempat khawatir konsumen tidak akan memahami bahwa chip adalah produk serbaguna. Namun mengingat jumlah dana yang telah dikumpulkan, itu berarti masyarakat menyadari bahwa komputer tidak selalu terlihat seperti apa yang mereka pikir. Inspirasi chip adalah dari sebuah perusahaan cina yang membuat tablet hanya dengan biaya US$ 36. Jadi kami berfikir bagaimana jika semua alat dan yang lainnya dikeluarkan kemudian yang tersisa hanya otaknya. Bukankah biayanya akan jauh lebih murah, kata Rauchwerk. Rauchwerk dan tim kecilnya kemudian memfokuskan proyek ini untuk komputer dalam prosesnya. Dia mengatakan pada awalnya kami tidak mengejar produk yang bisa mengatasi masalah aksesibilitas teknologi di negara berkembang, pendidikan, ataupun konektivitas. Tapi setelah kami membangun chip, kami menyadari bahwa proyek ini akan membantu menuntaskan ketiga masalah tersebut. “Semua hal yang kita lakukan adalah mengambil keuntungan dari ekonomi yang luar biasa dari skala,” kata Rauchwerk. Sangat menyenangkan mengetahui bahwa begitu banyak orang diluar sana yang bersemangat dengan proyek ini.