Lambatnya Regulasi Bisnis Penyedia Jasa Transportasi Online

jasa transportasi Unjuk rasa beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh para sopir taksi yang merasa pekerjaanya terancam dengan adanya model jasa transportasi online sebenarnya tidak perlu terjadi jika pemerintah sudah lebih dulu mempunyai regulasi yang berlaku untuk mengatur jasa transportasi online yang sedang trend ini. Lambatnya pemerintah merespon kondisi seperti ini menjadikan semua pihak yang terlibat didalam industri ini ikut terdesak memberikan relugasi atau aturan yang mendadak dan kurang akurat untuk mengatasi masalah ini. Menurut pengamatan, sebuah pola bisnis baru lewat aplikasi internet paling tidak membutuhkan minimal enam bulan sebelum akhirnya pola bisnis tersebut dapat berjalan dan diterima ditengah tengah masyarakat, artinya dari pemerintah sendiri harus mempunyai sebuah tim khusus yang mampu bekerja dengan cepat membuat dan menetapkan regulasi untuk menjadi aturan bagi bisnis tersebut.

Penyedia Jasa Transportasi Online Bentuk Serbuan Bisnis Dari Luar

jasa transportasi online Pemerintah sendiri sebenarnya sudah cukup responsif dengan adanya Keputusan Menteri Perhubungan Bapak Ignatius Jonan tentang pengujian kendaraan bermotor yang diberlakukan untuk plat hitam bagi penyedia jasa transportasi online bisa menjadi solusi, hanya saja, hal tersebut membutuhkan  waktu yang cukup realistis untuk mengurusnya yaitu menjadi lebih cepat. Dengan mempercepat proses perizinan secara signifikan dan dibuat mudah serta relatif tidak mahal, sehingga resistansi masyarakat penyedia jasa transportasi online akan berkurang secara signifikan. Nantinya sebuah tim lintas lembaga dan industri dapat memberikan rekomendasi regulasi secara berkala kepada pemerintah, tim tersebut juga harus selalu mengikuti trend teknologi informasi yang terjadi di seluruh dunia serta menganalisis dampaknya pada masyarakat Indonesia. Pemerintah harus cepat menanggapi atas kemunculan model bisnis baru yang berkembang, terutama yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi . Bisa jadi selain model bisnis jasa transportasi online, masih terdapat banyak lagi berbagai aplikasi yang akan masuk ke Indonesia yang dilakukan oleh perusahaan besar yang sudah lebih dulu sukses di luar negeri.