Cara mengambil foto potrait bisa dikategorikan cukup sulit dalam jenis foto. Dalam mengambil foto jenis Foto potrait ada dua hal yang harus sangat dikuasai yaitu dalah hal teknis dan non teknis ketika berhadapan langsung dengan subjek.  Seperti apa hal teknis atau non teknis itu? Hal teknis itu seperti settingan dalam kamera dan pengaturan cahaya yang pas, sedangkan hal non tek nis itu seperti melakukan komunikasi dengan model tersebut. Yang dijadikan permasalahan dari dua hal tersebut adalah keduanya sangat diharuskan bisa berjalan dengan baik, karena apabila salah satunya gagal gambar yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan yang kita inginkan dan kita harapkan.  Namun tidak perlu khawatir karena berikut ini ada beberapa hal yang harus dikuasai dan wajib dilakukan oleh seorang fotografer potrait:

Penting Diperhatikan Dalam Mengambil Foto Potrait

Fotografer-550x275

Rasio Cahaya

Rasio cahaya merupakan perbandingan area gelap dan terang pada cahaya yang mengenai wajah. Fotografer pasti akan membutuhkan bantuan light meter untuk menentukan perbandingan. Contoh :

Rasio 1:1 = area kanan wajah dan area kiri wajah akan sama terangnya

Rasio 2:1 = area kanan wajah 2x lebih terang dibanding area kiri wajah, atau sebaliknya.

Rasio 4:1 = area kanan wajah 4x lebih terang dari pada area kiri wajah, atau sebaliknya.

Begitu seterusnya. Perbandingan cahaya yang mengenai subjek perlu dipelajari lebih karena berbeda rasio akan menghasilkan mood yang berbeda juga.

Pemilihan Lensa

Lensa merupakan pengaruh besar terhadap tampilan dan background. Misalkan lensa wide angle akan menditorsi bentuk wajah yang akan nampak seperti alien. Wide angle memiliki karakter memperluas atau memperpanjang, apabila untuk keperluan portrait alangkah baiknya gunakan lensa dengan focal length yang sesuai yaitu sekitar 80-300 mm. Lensa yang memiliki bukaan aperture lebar sangat cocok seperti f1.4 atau f1.8 sehingga akan efektif untuk mengisolasi subjek.

Background

Dalam gambar potrait, background merupakan area penting dan harus mendapat perhatian ekstra, seperti :

  • Apakah ingin ditampilkan blur atau tajam
  • Kontras
  • Warna-warna tajam yang kurang baik dapat mengalihkan perhatian
  • Area terang yang mengakibatkan fokus berpindah dan akan menarik perhatian.

Pola Cahaya

Menentukan pola cahaya yang menimpa subjek adalah hal yang diatur untuk menghindari mood seperti apa yang kita inginkan. Untuk mendapatkan cahaya buatan kita perlu partner untuk membantu peletakan. Berikat ada beberapa cahaya yang wajib dikuasai seorang fotografer : Broad lightning, butterfly lightning, short lightning, rembrant lightning, split lightning dan loop lightning

Berikut Adalah Pembagian Bentuk Cahaya

Hard light : sumber cahaya yang memiliki bentuk kecil tetapi mempunyai kontras yang tinggi menonjolkan tekstur. Ada beberapa sumber cahaya hard light :

  • Lampu nenon atau lampu pijar
  • Flash pop up serta speedlite
  • Sinar matahari : meskipun bentuk aslinya sangat besar, tetapi kita berada di tempat yang jauh dan dapat disebut kecil.

Soft Light : kebalikan dari hard light yang memiliki bentuk besar dan mempunyai kontras yang rendah, tidak menonjolkan tekstur. Beberapa sumber cahaya soft lightning :

  • Softbox studio berukuran besar
  • Flash eksternal kamera yang dibouncing ke dinding
  • Langit mendung
  • Reflextor berukuran besar seperti 42 atau 52 inci

Contoh dari Split lightning

Split lightning berarti membagi dua, wajah sebelah kanan terkena cahaya sedangkan wajah sebelah kiri tidak terkena cahaya. Split lightning ini sering digunakan untuk gambar yang dramatis seperti potrait artis atau musisi. Mood yang dihasilkan split lightning lebih cocok untuk pria dari pada wanita dan cenderung maskulin. Untuk melakukan split lightning letakkan sumber cahaya 90 derajat pada sebelah subjek, tepatnya sedikit dibelakang kepala subjek dan salah satu mata subjek harus dalam posisi shadow.